Welcome, Guest. Please login or register.
Welcome to Indonesian College of Obstetrics and Gynecology. Kolegium adalah pembina dan pengelola pendidikan Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi. The purpose of this web is to enhance the support services we provide to our
customers. We've provided a number of resources here to help you resolve problems, report bugs, and suggest improvements to our service. You may also obtain technical support by telephone at +62-21-3143684; and by e-mail to Kolegium Obgin .
Bersama ini diberitahukan bahwa Ujian Nasional yang terdiri atas ujian tulis dan ujian lisan diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 27 Maret 2010 di Hotel Novotel Mangga Dua Square Jakarta.
Sehubungan dengan itu, kami mohon setiap senter pendidikan dapat mempersiapkan peserta yang akan mengikuti ujian dengan cara:
1. Mengirimkan daftar nama peserta ujian yang akan mengikuti Ujian Nasional di Jakarta, paling lambat 15 Maret 2010 (Untuk menentukan JUMLAH PENGUJI). Persyaratan peserta:
a. Melunasi iuran wajib peserta PPDS dari masing-masing senter sampai dengan bulan Maret 2010 (Data & bukti transfer difax ke Kolegium (021-3910135)).
b. Melunasi biaya ujian nasional sebesar Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) ke rekening:
Kolegium Obstetri & Ginekologi
Bank Mandiri Cabang RS. Dr. Cipto Mangunkusumo
Jl. Diponegoro 71, Jakarta Pusat
Rek. No. 122-009 6000 248
2. Mengirimkan beberapa naskah soal ujian tulis (multiple choice) dan soal ujian lisan melalui email: kolegiumobgin@yahoo.com kepada Komisi Ujian Nasional Kolegium.
Terlampir formulir peserta ujian dan tata tertib ujian nasional.
Kolegium Obstetri Ginekologi Indonesia menetapkan visi nya pada tahun 2001 bahwa pendidikan D-SpOG menghasilkan lulusan dengan standar nasional, regional dan internasional. Misinya adalah penurunan Angka Kematian Ibu di Indonesia.
Untuk mendukung visi dan misi tersebut, Kolegium telah memproyeksikan produksi SpOG di Indonesia. Jumlah SpOG saat ini ialah sekitar 1800 orang dengan jumlah kelulusan setiap tahun berkisar 150 setiap tahun. Dengan jumlah persalinan di Indonesia sebanyak 6 juta setahun atau 16.000 sehari, dan setiap SpOG menangani 2 kasus patologik (karena umumnya juga mengerjakan pekerjaan administrasi, pendidikan dll), maka saat ini dibutuhkan 2000 SpOG. Kalau mengacu pada kebijakan DEPKES di mana seharusnya ada satu spesialis untuk 70.000 penduduk maka diperlukan sekitar 2700 SpOG. Angka-angka ini belum sesuai dengan produksi SpOG yang diproyeksikan oleh POGI dalam program kerja (Program kerja POGI 1996-1999). Ini merupakan tantangan bagi Kolegium POGI untuk meningkatkan jumlah SpOG meskipun tetap dalam kondisi peningkatan kualitas. Saat ini di samping jumlah SpOG yang masih kurang, distribusi SpOG tidak merata sampai ke kota-kota di luar Jawa dan Bali.