Welcome, Guest. Please login or register.
Pengembangan pendidikan Obstetri dan Ginekologi disesuaikan dengan Visi dan Misi serta Rencana Strategis POGI. Dari kajian internal dan eksternal, didapatkan bahwa langkah yang menjadi perhatian dan dilaksanakan sebagai program Rencana Strategis kolegium POGI adalah Kualitas, Kuantitas dan Kerjasama.
Mengenai kualitas, bagaimana pendidikan yang telah ada saat ini, apakah proses sudah berjalan dengan baik, kualitas sudah sesuai dengan harapan POGI, sehingga Visi dan Misi kesehatan reprodukasi dapat dicapai. Di samping itu apakah sudah siap untuk berkompetisi di tingkat regional dan internasional dalam era globalisasi?
Mengenai kuantitas yang perlu dipikirkan adalah apakah jumlah SpOG sudah cukup dan distribusinya sudah merata sampai ke seluruh pulau yang ada di Indonesia. Di samping itu bagaimana kerja sama dengan instansi pemerintah ditingkat pusat, daerah dan dengan senter pendidikan Obstetri dan Ginekologi di luar negeri.
- Ratio staf dengan residen rata-rata 1 : 2,34 dengan rentangan 1: 1,57 (53/83) sampai 1: 5,13 (16/83). Belum ada senter mempunyai staff sesuai yang diharapkan oleh Kolegium POGI yaitu 1 staff untuk 1,25 residen.
- Rata-rata penerimaan residen baru 13 orang dengan rentangan 4 -24 orang, jumlah 166 dan kelulusan antara 140 - 150 (70- 80 %) orang per tahun, Menurut kurikulum lama pendidikan 4 tahun (60,25 %), sisanya 3,5 tahun.
- Lama pendidikan dalam pelaksanaan 4 tahun (70,8 %) sisanya ada yang 3,5 dan 5 tahun. Jumlah residen yang ada sampai bulan Mei 2003 adalah 792 orang.
- Log book umumnya sudah dilakukan dengan modifikasi (60,25 %), sisanya dilakukan tanpa modifikasi.
- Pendidikan dilakukan di rumah sakit pendidikan dan di beberapa (1 - 3) rumah sakit lahan pendidikan.
- Pendanaan pendidikan, semua senter menyatakan dari SPP disamping dana lainnya, yang bervariasi dari salah satu atau semua dari sumber berikut; jasa pelayanan rumah sakit, SOP, sumbangan sukarela residen dan sumbangan lainnya.
- Semua senter pendidikan menyatakan minimal satu kegiatan yang memakai bahasa pengantar bahasa Inggris.
- Kerja sama dengan senter pendidikan di luar negeri telah dilakukan oleh 6 dari 13 senter pendidikan, tetapi hanya satu senter yang menyatakan hubungan tersebut adalah hubungan formal sehingga secara teratur mengirim staf atau residen ke senter tersebut.
Dari informasi setiap senter pendidikan dapat disimpulkan bahwa masih ada masalah pada jumlah staf, masa pendidikan bervariasi yang memerlukan standarisasi kurikulum, pemakaian buku log masih perlu disosialisasikan pemakaiannya. Sebagian senter sudah memakai bahasa Inggris dan mempunyai hubungan dengan senter pendidikan di luar negeri sebagai modal untuk kerja sama lebih luas. Semua senter pendidikan masih memerlukan dana diluar SPP dengan kiat yang sangat bervariasi.
1. Kualitas: 1. Penyempurnaan tata cara penerimaan residen dan disesuaikan dengan kebutuhan 2. Revisi kurikulum; perlu disamakan dalam isi dan lama pendidikan, kurikulum yang up date, serta pengamatan dan penilaian mengenai afektif. 3. Penyempurnaan tata cara ujian nasional untuk meningkatkan kualitas. 4. Membina pusat-pusat pendidikan yang sudah ada dan lahan pendidikan 5. Menyusun dan menerbitkan buku-buku panduan dan standar dalam pelayanan dn penelitian bidang obstetri dan ginekologi. 6. Membina kerja sama antar pusat pendidikan Obstetri di dalam dan luar negeri melalui kerja sama antara sub divisi di tiap senter pendidikan atau Himpunan seminat di POGI dengan senter pendidikan OBGIN di luar negeri. Peningkatan kualitas SpOG akan sangat tergantung pada kualitas Sub Divisi di tiap Senter Pendidikan atau Himpunan yang ada di POGI. Penilaian afektif mempunyai arti penting pada pendidikan Obgin, tetapi sering kali sukar memberikan nilai secara obyektif. Sebagai referensi kiranya hal-hal yang perlu dinilai untuk memberikan nilai obyektif dapat dipakai seperti yang dimuat dalam "Syllabus MRANZCO": a. Empathy with patients b. Willingness to work as a team member c. Readiness to learn d. Willingness to accept criticism e. Willingness to teach f. Enquiring mind g. Tolerant caring approach to others h. Recognition of own limitations i. Open - mindedness j. Responsibility for overall care of patient k. Honourable approach to patients and colleagues l. Commitment to continuous improvement of care 2. Kuantitas 1. Turut menyusun pendataan dan merencanakan jumlah, jenis SpOG yang dihasilkan di Indonesia. 2. Apakah jumlah SpOG sudah sesuai dengan kebutuhan 3. Bagaimana distribusinya di seluruh Indonesia saat ini 3. Partnership atau kemitraan, a.l: a. Landasan hukum kerjasama antara POGI, FK dan RS pendidikan b. Kerja sama antara POGI dengan DEPKES di tingkat pusat dan daerah (Kalau perlu dengan Badan legislatif di daerah dimana Senter Pendidikan berada, atau RS itu RS. Daerah). c. Membina kerja sama dengan pusat pendidikan luar negeri