Welcome, Guest. Please login or register.
Bertitiktolak dari arti Komisi Kurikulum Kolegium Obstetri Ginekologi maka akan terdapat dua jenis kurikulum yakni Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis dan Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Konsultan di Obstetri Ginekologi. Kurikulum berada di tingkat Kolegium, sedangkan aplikasi di IPDS pendidikan akan dijabarkan dan diberi muatan lokal yang selanjutnya disebut Silabus/Buku Panduan.
Tuntutan profesionalisme kedokteran khususnya Obstetri dan Ginekologi dalam era global, menjadi tantangan bagi organisasi profesi untuk meningkatkan mutu para anggotanya. Mutu anggota Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia dapat tercermin dari mutu lulusan baru yang dihasilkan oleh pusat - pusat pendidikan Obstetri dan Ginekologi di Indonesia yang saat ini berjumlah 13 pusat pendidikan.
Kolegium Obgin menyadari bahwa pendidikan obstetri dan ginekologi di Indonesia sampai sekarang telah banyak menghasilkan dokter obgin, akan tetapi belum mempunyai kurikulum yang seragam. Sehingga kita mempunyai gradasi mutu lulusan dalam segi pengetahuan dan obyektif pendidikan dari tiap pusat pendidikan. Tidak seragamnya kurikulum di tiap pusat pendidikan juga menyulitkan bagi POGI untuk membuat standar evaluasi dan menyulitkan bagi peserta didik apabila karena suatu hal akan pindah ke pusat pendidikan lain. Untuk itu adanya kurikulum yang sama sudah merupakan keharusan, selanjutnya tiap pusat pendidikan dapat membuat silabus/buku panduan sesuai dengan fasilitas dan kemampuan yang ada yang merupakan penjabaran dari kurikulum berdasarkan katalog, dimana katalog pendidikan sebagai "profile program". Dengan adanya kurikulum yang sama secara nasional diharapkan dapat dihasilkan lulusan dokter spesialis obgin sesuai dengan standar mutu dan pencapaian obyektif pendidikan yang diharapkan oleh organisasi profesi yang akhirnya dapat tercapai visi dan misi organisasi profesi melalui karya dan karsa para anggotanya. Kurikulum yang sama juga akan memberi kemudahan pada peserta didik untuk pindah dari satu pusat pendidikan ke pusat pendidikan di tempat lain serta pemenuhan modul yang tidak dapat dicapai disuatu pusat pendidikan dapat diambil di pusat pendidikan lain. Walaupun sudah mempunyai kurikulum yang seragam, kitapun tetap menyadari adanya kekurangan serta kemungkinan adanya kesulitan untuk mendapatkan beberapa obyektif pendidikan yang diharapkan bagi peserta didik karena keterbatasan dan perbedaan fasilitas/sarana yang ada di tiap pusat pendidikan. Tetapi kita mempunyai keyakinan dan komitmen untuk terus memperbaiki kurikulum dan menyamakan kemampuan dan fasilitas/sarana di tiap pusat pendidikan yang sudah ada. Untuk itu tentunya juga menjadi tugas pimpinan organisasi (POGI) untuk selalu membina dan meningkatkan kemampuan tiap pusat pendidikan yang ada. Dalam menyusun kurikulum PPDS Obstetri - Ginekologi mengacu pada standar pendidkan Dokter spesialis di Indonesia, Renstra POGI dan Katalog Program Studi Obstetri - Ginekologi serta Buku Log Dasar dan Log Utama Program Pendidikan Obstetri - Ginekologi.
SUB BAB II. OBYEKTIF PENDIDIKAN